Daerah  

100 Persen ASN Masuk? Publik: Ini Bukan Fakta, Ini Kebohongan yang Dipaksakan

Oplus_16908288

MUKOMUKO – Klaim Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, soal kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disebut mencapai 100 persen di hari pertama kerja pasca libur Lebaran 2026, kini justru memantik kecurigaan publik.

Alih-alih mendapat apresiasi, pernyataan tersebut dinilai janggal dan terkesan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Sejumlah warga bahkan secara terang-terangan menyebut klaim itu sebagai “tidak masuk akal”.

Dugaan adanya “permainan cuti” pun mencuat. Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah ASN yang belum kembali bekerja diduga “diselamatkan” melalui pengajuan cuti yang muncul setelah libur Lebaran usai.

“Kalau memang 100 persen hadir, lalu kenapa masih ada yang tidak terlihat di kantor? Ini patut diduga hanya permainan data,” ujar seorang warga dengan nada tegas.

Fenomena ini memicu pertanyaan serius: apakah angka kehadiran 100 persen benar-benar fakta, atau sekadar laporan administratif yang dipoles agar terlihat sempurna?

Tak hanya itu, publik juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak konsisten. Di satu sisi menggaungkan disiplin ASN, namun di sisi lain tetap memberi ruang bagi cuti tambahan setelah libur panjang.

“Kalau mau tegas, jangan beri celah. Cuti pasca Lebaran itu justru merusak disiplin. Ini yang bikin publik makin curiga,” kritik warga lainnya.

Situasi ini memperkuat dugaan bahwa pengawasan internal di lingkungan Pemkab Mukomuko belum berjalan maksimal. Bahkan, tidak sedikit yang menilai ada upaya “menutup-nutupi” realita di lapangan demi menjaga citra.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Mukomuko belum memberikan penjelasan rinci terkait polemik izin cuti pasca libur Lebaran tersebut.

Publik kini menunggu keberanian pemerintah untuk membuka data kehadiran ASN secara transparan dan apa adanya. Sebab, jika klaim 100 persen itu tidak sesuai fakta, maka yang dipertaruhkan bukan hanya angka melainkan kepercayaan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *