Mukomuko — Keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Ipuh kembali mencuat setelah salah seorang warga mengungkapkan pengalamannya melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut, warga bernama Andri Sastrawan menceritakan kesulitannya saat meminta surat rujukan untuk istrinya yang dijadwalkan melahirkan.
Ia menuturkan bahwa ketika mendatangi Puskesmas Ipuh pada pagi hari, permohonannya ditolak oleh petugas dengan alasan dokter tidak berada di tempat. Petugas menyampaikan bahwa pembuatan surat rujukan baru dapat dilakukan setelah mendaftar, dan pengambilannya dijadwalkan pada awal Desember.
Andri mempertanyakan prosedur tersebut, mengingat istrinya diperkirakan melahirkan dalam waktu dekat, yakni pada tanggal 20 November. Ia mengaku kecewa karena diminta kembali pada awal bulan depan, sementara kebutuhan surat rujukan bersifat mendesak.
Dalam unggahannya, Andri juga menyoroti kinerja dan pelayanan di Puskesmas Ipuh yang menurutnya kurang responsif. Ia menilai bahwa pelayanan kesehatan di wilayah perkotaan jauh lebih baik dibandingkan yang ia alami di Puskesmas tersebut.
Keluhan ini mendapat perhatian dari sejumlah warga lain yang turut memberikan komentar serupa mengenai pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Hingga kini, pihak Puskesmas Ipuh belum memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan primer yang cepat, responsif, dan humanis, terutama untuk kasus-kasus darurat yang berkaitan dengan keselamatan ibu dan anak.(*)












