Mukomuko – Komplikasi lahan eks BBS antara masyarakat dan pihak perusahaan PT DDP hingga kini masih berlanjut. Warga mengeluhkan terputusnya akses menuju kebun mereka akibat pemasangan bondri atau patok pembatas oleh pihak perusahaan. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memanen hasil kebun, bahkan sebagian bondri disebut masuk ke dalam lahan milik warga.
Tak hanya akses yang terhambat, warga juga mengaku dirugikan akibat adanya tanaman sawit milik masyarakat yang tumbang saat proses pemasangan bondri dilakukan oleh pihak perusahaan. Hal ini menambah ketegangan antara warga dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Salah seorang perwakilan warga, Dina Fahmi, kepada awak media Publik Mukomuko menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan. Ia mengatakan hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari manajemen PT DDP, meskipun sebelumnya pihak perusahaan sempat menjanjikan akan mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.
“Beberapa hari lalu pihak perusahaan menyampaikan akan mencarikan solusi, namun sampai sekarang belum ada tindakan konkret yang kami rasakan,” ujar Dina Fahmi.
Sementara itu, Humas PT DDP, Anton, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa persoalan tersebut masih dalam proses pembahasan internal perusahaan. Ia menyebutkan pihaknya telah menyampaikan permasalahan ini kepada manajemen dan saat ini masih menunggu keputusan resmi.
“Kami sudah mengajukan permasalahan ini ke manajemen perusahaan. Saat ini masih dalam proses pencarian solusi, kami harap masyarakat dapat bersabar sambil menunggu hasil persetujuan dari perusahaan,” jelas Anton.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih berharap adanya langkah nyata dan penyelesaian yang adil agar akses ke lahan kembali terbuka serta tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi masyarakat sekitar.(*)













