Mukomuko – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mukomuko dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian publik. Berdasarkan hasil investigasi lapangan oleh DPW PROGIB Bengkulu, kondisi ini bukan semata karena Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan juga akibat terganggunya distribusi BBM ke Pertashop yang berada di wilayah pedalaman.
Ketua DPW PROGIB Bengkulu, Nurul Huda Muktar, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat dari daerah pelosok akhirnya berbondong-bondong datang ke SPBU karena Pertashop di wilayah mereka tidak beroperasi.
“Selain isu kelangkaan, antrean panjang ini disebabkan oleh terhambatnya distribusi BBM ke Pertashop. Akibatnya, masyarakat di pedalaman terpaksa datang ke SPBU untuk mendapatkan bahan bakar,” ujar Nurul Huda, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, tidak ada Pertashop yang buka karena tidak mendapat pasokan BBM dari Pertamina, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari jangkauan SPBU.
“Pantauan kami di lapangan, tidak ada Pertashop yang buka karena tidak mendapat pengiriman BBM dari Pertamina, khususnya di wilayah yang jauh dari SPBU,” jelasnya.
Nurul Huda berharap Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk memperlancar distribusi BBM ke seluruh Pertashop agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
“Kami berharap Pertamina segera melancarkan pasokan BBM ke Pertashop supaya masyarakat tidak lagi berbondong-bondong antre di SPBU,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mukomuko juga telah mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi situasi ini. Pemerintah daerah memastikan stok BBM di SPBU wilayah Mukomuko masih dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, karena stok BBM di SPBU masih aman,” tegas Bupati Mukomuko.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, serta pelayanan kepada masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.(*)












