Daerah  

Pernyataan Bupati Dinilai Kontradiktif, Pengisian BBM di Mukomuko Dibatasi

oplus_131104

Mukomuko –Setelah Bupati Mukomuko, Choirul Huda, menyatakan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dalam kondisi aman, justru muncul kekecewaan dari masyarakat. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

 

Pantauan sejumlah warga menunjukkan bahwa di berbagai SPBU wilayah Mukomuko, pembelian BBM jenis Pertalite kini dibatasi. Kendaraan roda dua hanya diperbolehkan mengisi maksimal Rp50.000, sedangkan kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp250.000 per pengisian.

 

“Kami bingung, katanya stok aman, tapi kok malah dibatasi. Kalau begini caranya ya tetap saja sulit,” keluh Rudi, salah satu pengendara roda dua asal Kecamatan Air Rami, Rabu (12/11/2025).

 

Kebijakan pembatasan ini menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU, bahkan sebagian warga mengaku harus kembali ke rumah tanpa berhasil mendapatkan BBM. Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat, terlebih bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas harian seperti buruh perusahaan ,pemanen kelapa sawit, dan petani yang membutuhkan bahan bakar untuk alat kerja.

 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina maupun Pemerintah Kabupaten Mukomuko terkait alasan teknis pembatasan distribusi Pertalite tersebut, meskipun Bupati telah menegaskan stok BBM dalam kondisi aman.

 

Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi agar distribusi BBM bisa berjalan lancar tanpa pembatasan yang memberatkan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *