Daerah  

Dalang Dugaan “Anggaran Siluman” di DPRD Mukomuko Mulai Terkuak, Progib Desak Pengusutan Tuntas

Mukomuko – Dugaan munculnya “anggaran siluman” dalam APBD Kabupaten Mukomuko yang menyeret Sekretariat DPRD terus menuai sorotan. Indikasi ketidakwajaran dalam proses penganggaran dinilai semakin mengerucut dan membuka peluang pengusutan yang lebih terang.

 

Ketua DPW Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) Bengkulu, Nurul Huda Muktar, menegaskan pihaknya terus mencermati perkembangan isu tersebut, khususnya terkait rencana pengadaan iPhone 17 Pro Max tahun 2026 dan alat golf pada tahun 2025.

 

“Saya mengikuti perkembangan ini dari berbagai sumber, termasuk pemberitaan media. Kalau dicermati, arahnya sudah mulai terlihat. Ada indikasi yang semakin jelas dan mengarah,” ujar Nurul Huda.

 

Menurutnya, klarifikasi dari unsur pimpinan DPRD Mukomuko terkait pengadaan justru memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam proses pengusulan anggaran.

 

Dalam pernyataan yang beredar, pengadaan iPhone disebut untuk menunjang komunikasi dengan masyarakat, sementara Videotron senilai Rp900 juta diklaim sebagai sarana keterbukaan informasi publik.

 

“Alasan-alasan itu terkesan hanya pembenaran. Justru dari situ kita bisa melihat siapa yang berperan sebagai inisiator. Ini mempermudah jika aparat penegak hukum ingin mengusutnya,” tegasnya.

 

Ia menekankan, persoalan utama bukan pada manfaat barang, melainkan pada dugaan proses penganggaran yang tidak melalui mekanisme resmi.

 

“Kalau benar tidak pernah dibahas di tingkat komisi maupun Banggar, ini persoalan serius. Ada indikasi malpraktik dalam penyusunan APBD. Ini menyangkut uang rakyat,” jelasnya.

 

Nurul Huda juga menyoroti sikap pimpinan DPRD yang dinilai kurang peka terhadap kritik publik yang terus menguat, terutama di media sosial.

 

“Penolakan masyarakat sudah jelas. Tapi seolah tetap dipaksakan. Ini bisa merusak citra lembaga DPRD di mata publik,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tersebut secara transparan.

 

“Kalau memang mau diusut, ini tidak sulit. Indikasinya sudah cukup jelas. Rakyat berhak tahu siapa dalang di balik dugaan ‘anggaran siluman’ ini,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *