Oleh: Dr. Sapuan
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika kebijakan nasional, kepercayaan pasar menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika investor, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki keyakinan terhadap arah kebijakan pemerintah, aktivitas ekonomi akan bergerak lebih dinamis, investasi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan penerimaan negara dapat terjaga.
Menurut Dr. Sapuan, kepercayaan pasar bukan sekadar indikator ekonomi, melainkan fondasi yang menopang keberlangsungan pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu menciptakan kepastian dan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha.
Ia menilai pandangan yang disampaikan Prof. Ferry mengenai pentingnya menjaga kepercayaan pasar patut menjadi perhatian serius. Pasar, kata dia, sangat responsif terhadap setiap kebijakan pemerintah. Ketika muncul persepsi bahwa suatu kebijakan kurang mendukung iklim usaha atau menimbulkan ketidakpastian, dampaknya dapat segera terlihat melalui melemahnya nilai tukar rupiah, berkurangnya minat investasi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Kondisi tersebut pada akhirnya akan memengaruhi penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja. Dalam situasi yang tidak pasti, investor cenderung menahan ekspansi usaha dan memilih menunggu kepastian sebelum menanamkan modal,” ujarnya.
Belajar dari Krisis Masa Lalu
Dr. Sapuan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman berharga dalam menghadapi tekanan ekonomi. Salah satu contohnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie setelah krisis moneter 1998.
Saat itu, pemerintah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan, termasuk mengevaluasi sejumlah program dan pengeluaran negara yang dianggap kurang mendesak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anggaran negara dapat difokuskan pada program yang mampu mempercepat pemulihan ekonomi.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemerintah harus memiliki keberanian untuk melakukan evaluasi bahkan koreksi terhadap kebijakan yang telah ditetapkan apabila kondisi menuntut perubahan.
“Tujuannya bukan semata-mata melakukan penghematan, tetapi memastikan setiap belanja negara memberikan efek pengganda yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Lima Langkah Strategis
Dalam tulisannya, Dr. Sapuan menguraikan lima langkah strategis yang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Pertama, pemerintah perlu melakukan kajian menyeluruh sebelum menerapkan kebijakan. Setiap keputusan harus didasarkan pada data, analisis yang objektif, serta mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, politik, dan investasi.
Kedua, memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga guna menghindari ego sektoral. Kebijakan yang terintegrasi akan lebih efektif dibandingkan kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri.
Ketiga, memperjelas pembagian peran dalam komunikasi publik. Menurutnya, kebijakan teknis sebaiknya dijelaskan oleh kementerian atau lembaga terkait, sementara Presiden berperan memberikan arah strategis dan klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Keempat, menegakkan disiplin komunikasi bagi seluruh pejabat publik. Pernyataan yang disampaikan pejabat negara memiliki dampak besar terhadap persepsi pasar, sehingga harus konsisten dan tidak menimbulkan multitafsir.
Kelima, memperkuat kualitas tim perumus kebijakan. Pemerintah perlu memastikan bahwa para perencana, penasihat, dan tenaga ahli yang terlibat memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga kebijakan yang dihasilkan memiliki dasar yang kuat dan kredibel.
Kepercayaan Adalah Aset Bangsa
Dr. Sapuan menegaskan bahwa menjaga kepercayaan pasar bukan berarti pemerintah harus selalu mengikuti keinginan investor. Namun, pemerintah harus mampu menghadirkan kebijakan yang jelas, terukur, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha.
Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, kepercayaan merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Ketika kepercayaan terjaga, investasi akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, penerimaan negara meningkat, dan pembangunan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kepercayaan pasar yang kuat akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*)



