Daerah  

Warga Ungkap Dugaan Praktik Pelansiran BBM di SPBU Desa Tunggang, Pengawasan Dipertanyakan Diduga BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran

MUKOMUKO – Dugaan praktik pelansiran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, aktivitas tersebut diduga terjadi di SPBU yang berada di Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko.

 

Seorang warga, Marwan, mengaku menyaksikan langsung dugaan penggunaan lebih dari satu barcode pada satu kendaraan saat dirinya singgah di SPBU tersebut pada senin sore.

 

Marwan mengatakan, saat itu dirinya dalam perjalanan dari Kota Mukomuko menuju Bengkulu dan bermaksud mengisi BBM jenis Pertalite. Namun sebelum gilirannya, ia melihat sebuah mobil pick up melakukan pengisian BBM.

 

“Saya melihat petugas SPBU melakukan scan barcode dua kali dengan barcode yang berbeda pada kendaraan yang sama. Saya tidak tahu pasti tujuannya, tetapi itu yang saya lihat langsung,” ujar Marwan kepada awak media.

 

Selain itu, di area SPBU juga tampak sejumlah kendaraan yang diduga merupakan mobil pelansir BBM jenis solar sedang berada di sekitar lokasi pengisian. Keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut semakin memunculkan dugaan adanya aktivitas pelansiran BBM subsidi yang masih berlangsung.

 

Menurut Marwan, modus pelansiran BBM kini diduga semakin beragam. Jika sebelumnya kendaraan harus berulang kali masuk antrean, kini diduga cukup sekali mengisi BBM dengan menggunakan lebih dari satu barcode.

 

“Sekarang makin banyak saja modusnya. Mereka tidak perlu berulang kali masuk antrean, cukup sekali mengisi tapi menggunakan dua barcode bahkan lebih,” katanya.

 

Marwan juga mengaku kecewa dengan pelayanan yang diterimanya di SPBU tersebut. Saat tiba giliran kendaraannya untuk mengisi Pertalite, petugas justru menyampaikan bahwa pelayanan dihentikan sementara karena waktu istirahat.

 

“Saat giliran saya, petugas bilang sudah jam istirahat dan pengisian baru dibuka lagi pukul 19.00 WIB. Kami sedang mengejar waktu perjalanan, masa harus menunggu sampai malam? Bagaimana pelayanan yang ada di SPBU ini,” keluhnya.

 

Atas kejadian tersebut, masyarakat berharap pihak Pertamina, pengelola SPBU, serta aparat penegak hukum dapat segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat meminta agar dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Desa Tunggang maupun pihak Pertamina masih dalam upaya konfirmasi oleh awak media guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait dugaan tersebut, sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *