Mukomuko – Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Di saat korban kecelakaan membutuhkan pertolongan, sejumlah oknum justru diduga memanfaatkan situasi untuk melakukan pencurian. Polisi pun bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
Peristiwa ini terjadi di Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai. Kasus bermula ketika sebuah kendaraan yang dikemudikan Rio bersama istrinya mengalami kecelakaan di area perkebunan pada Kamis (23/4) siang. Saat kejadian, korban membawa sejumlah barang, di antaranya tangki air, satu unit mesin steam, serta dua galon racun rumput.
Warga sekitar sempat berdatangan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi korban. Rio kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun dalam kondisi darurat tersebut, barang-barang di dalam kendaraan belum sempat diamankan.
Keesokan harinya, saat pihak keluarga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan, mereka mendapati sejumlah barang telah hilang. Mesin steam dan dua galon racun rumput diketahui tidak lagi berada di tempat.
Merasa dirugikan, seorang warga bernama Azmar (60), aparatur sipil negara asal Payakumbuh, Sumatera Barat, melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Jumat (24/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp5,5 juta.
Kapolsek Sungai Rumbai, Ipda Freddy Silaen, SH, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif begitu laporan diterima.
“Hanya dalam waktu 1×24 jam, kami berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB,” ujarnya.
Tiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial I.H. (24), B.A. (27), dan D. (32). Mereka diketahui berasal dari luar daerah, yakni Lumajang, Jawa Timur, dan Lampung Timur.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Mapolsek Sungai Rumbai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, terutama saat menghadapi situasi darurat. Alih-alih membantu, tindakan mengambil keuntungan dari musibah justru berujung pada konsekuensi hukum.(*)













