Mukomuko – Kondisi jembatan lintas kecamatan yang berada di Desa Semundam, Kecamatan Ipuh Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, kian memprihatinkan. Sejumlah papan jembatan terlihat lapuk, berlubang, bahkan sebagian sudah hancur. Ironisnya, hingga kini belum tampak adanya upaya perbaikan serius dari pihak terkait.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Semundam dan desa-desa sekitarnya. Setiap hari, jembatan ini digunakan warga untuk mengangkut hasil perkebunan, anak-anak berangkat ke sekolah, hingga akses menuju fasilitas kesehatan. Namun kondisi jembatan yang rusak parah justru dibiarkan berlarut-larut, sehingga membahayakan keselamatan pengguna.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Semundam, Edi Suanto, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, mengaku sangat was-was setiap kali melintasi jembatan tersebut, terutama pada malam hari dan saat hujan.
“Kami lewat sini tiap hari, tapi rasanya seperti bertaruh nyawa. Kalau jatuh, siapa yang bertanggung jawab?” ujar Edi dengan nada cemas.
Menurut Edi, kerusakan jembatan bukanlah persoalan baru. Ia menegaskan bahwa pihak desa telah berupaya mengusulkan perbaikan sejak tahun 2024 melalui dinas terkait. Bahkan, saat itu informasi yang diterima menyebutkan bahwa perbaikan jembatan sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Waktu itu katanya sudah masuk APBD, tapi karena ada pelaksanaan pilkada akhirnya dicoret,” jelas Edi Suanto.
Hingga kini, lanjut Edi, belum ada kejelasan lanjutan terkait realisasi perbaikan jembatan tersebut. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur yang jelas-jelas menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
Warga menilai pembiaran kerusakan jembatan sebagai bentuk kelalaian serius yang berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera ditangani. Mereka mendesak pemerintah daerah agar tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera merealisasikan perbaikan secara nyata.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegas salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Mukomuko segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab, sebelum jembatan yang menjadi akses utama tersebut benar-benar memakan korban.(*)
Sumber : Mukomuko Terkini













